Selasa, 22 Oktober 2013

Pelemahan rupiah masih berlanjut

Merdeka.com - Sama seperti sebelumnya, di mana laju indeks harga saham gabungan (IHSG) masih mampu bertahan di zona positifnya namun, laju rupiah masih terkoreksi. Imbas adanya berita pengganti Gubernur The Fed saat ini, Ben Bernanke, menguatkan nilai tukar USD.
Diperkirakan Rupiah masih berada di kisaran Rp 11.556-Rp 11.530 per USD. "Tak ketinggalan masih alotnya pembahasan anggaran AS masih membuat penghindaran terhadap aset berisiko dan imbasnya negatif bagi rupiah," ujar Analis Trust Securities, Reza Priyambada dalam riset hariannya, Jakarta, Jumat (11/10).
Rupiah kembali tertekan ke posisi Rp 11.500 per USD pada Kamis (10/10) sore, setelah lembaga moneter internasional (IMF) merevisi pertumbuhan ekonomi global menjadi 2,9 persen.
Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis sore melemah nilainya sebesar 287 poin menjadi Rp 11.500 per USD dibanding hari sebelumnya di posisi Rp 11.213 per USD.

Sumber:
http://www.merdeka.com/uang/pelemahan-rupiah-masih-berlanjut.html




Analisis:

perlu adanya kerjasama antar Negara-negara luar supaya nilai mata uang rupiah mampu menyaingi ataupun menduduki nilai mata uang asing. Maka dibutuhkanya kerjasama antara investor-investor yang ada di dalam negri maupun diluar negri.
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar